Usai Pemblokiran, Bagaimana Kebijakan Keamanan dan Batas Usia Tik Tok?

Usai Pemblokiran, Bagaimana Kebijakan Keamanan dan Batas Usia Tik Tok?

1 Agustus 2018 Seputar Sosial Media 0
Ikhtisar
  • Pemblokiran Tik Tok di Indonesia yang berlangsung sejak tanggal 3 Juli 2018 resmi berakhir pada 10 Juli 2018 setelah Kemkominfo mendapat jaminan komitmen peningkatan moderasi konten dan keamanan oleh Bytemod selaku pengelola Tik Tok.
  • Jika pengguna Tik Tok menemukan konten atau profil yang dianggap mengganggu atau melanggar peraturan komunitas Tik Tok, pengguna dapat menggunakan fitur pelaporan terhadap profil, komentar, maupun video pengguna lain.
  • Fitur keamanan baru lainnya adalah tersedia opsi menghapus permanen akun dan pilihan mengubah akun publik menjadi akun privat.
  • Pasca ditariknya pemblokiran, Tik Tok mengubah batas usia minimal pengguna Tik Tok di Indonesia, dari dua belas tahun menjadi tiga belas tahun.
  • Meski demikian, pencantuman batas minimal usia dalam berbagai sumber resmi yang diterbitkan Tik Tok masih belum konsisten. Di halaman panduan orang tua di situs Tik Tok mencantumkan batas usia pengguna yang berbeda yaitu empat belas tahun.

Sejak peluncurannya di Cina pada tahun 2016, Tik Tok telah menjadi salah satu platform streaming video terpopuler di dunia dengan 150 juta pengguna aktif per hari  di dunia per Juni 2018. Tik Tok juga menjadi aplikasi dengan unduhan terbanyak di iOS selama kuartal pertama 2018, dengan jumlah pengunduh sekitar 45,8 juta di seluruh dunia.

Di Indonesia, aplikasi yang merupakan produk ByteDance – perusahaan platform konten asal Tiongkok – ini telah berhasil mengumpulkan sekitar sepuluh juta pengguna sejak peluncurannya pada tahun 2017.

Belum genap setahun setelah peluncuran, tepatnya pada  3 Juli 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi memblokir Tik Tok di Indonesia.  Alasan pemblokiran ditengarai karena banyaknya aduan persebaran konten yang dianggap tidak senonoh dan tidak cocok dikonsumsi anak-anak, seperti pornografi dan pelecehan agama.

Pemblokiran tersebut telah berakhir pada 10 Juli 2018, setelah Bytemod sebagai pengelola Tik Tok berkomitmen untuk meningkatkan moderasi konten dan keamanan di platform mereka.

Komitmen nomor satu membersihkan semua konten negatif di platform sekarang. Kami juga minta komitmen kedua untuk melakukan filtering konten-konten yang akan datang untuk menghindari pemblokiran lagi.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika

Mengapa Kemkominfo memblokir Tik Tok? Selain itu, sebetulnya bagaimana kebijakan konten dan batas usia di Tik Tok? serta sarana apa saja yang mereka sediakan untuk menunjang keamanan pengguna? Mari simak ulasan kami.

Pemblokiran terkait konten negatif

Pertimbangan Kemkominfo memblokir Tik Tok didasari oleh:

  • Tercatat hingga tangal 3 Juli 2018 terdapat sekitar 2.853  laporan masyarakat melalui aduankonten.id serta sejumlah kanal pengaduan Kemkominfo
  • Hasil pemantauan mesin pengais konten negatif (tim AIS) Kemkominfo, dan
  • Laporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pemblokiran tersebut diberlakukan terhadap delapan DNS Tik Tok yang berarti aplikasi tersebut masih bisa diunduh dan diakses dari Google Play Store dan iTunes, namun kamu tidak bisa melihat atau mengunggah konten. Sebagai syarat untuk mengakhiri pemblokiran tersebut, Kemkominfo mengharapkan sejumlah komitmen dari manajemen Tik Tok terkait moderasi konten, antara lain:

  • Menghapus seluruh konten yang dianggap negatif di platform Tik Tok,
  • Memberlakukan sistem penyaringan konten yang lebih efektif guna mencegah konten negatif di masa depan,
  • Meningkatkan batas usia minimal pengguna di Indonesia dari dua belas tahun menjadi minimal tiga belas tahun, dan
  • Mendirikan kantor operasional di Indonesia untuk memfasilitasi komunikasi serta kerja sama lanjutan.

Sehari setelah pemblokiran, pada tanggal 4 Juli 2018, perwakilan Bytemod Pte. Ltd sebagai pengelola Tik Tok bertemu dan bernegosiasi dengan Kemkominfo terkait kebijakan pemblokiran tersebut. Menurut Kemkominfo, CEO Bytemod Kelly Chang juga telah menyetujui komitmen yang mereka harapkan. Alhasil, pemblokiran terhadap DNS Tik Tok berakhir pada tanggal 10 Juli 2018.

Aturan baru Tik Tok terkait usia pengguna

Konten yang tidak cocok untuk anak-anak menjadi salah satu pertimbangan utama Kemkominfo memblokir Tik Tok. Masalah tersebut dianggap harus segera mendapat penanganan mengingat banyaknya anak-anak dan remaja di Indonesia yang menggunakan aplikasi tersebut.

Menurut Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Tik Tok kini telah menetapkan batas minimal usia pengguna adalah tiga belas tahun. Batas usia ini disesuaikan dengan batas usia yang diberlakukan oleh platform media sosial lain, seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Sejak 10 Juli 2018, halaman syarat penggunaan yang disertakan di aplikasi Tik Tok versi Android sudah menyatakan bahwa batas minimal usia pengguna adalah tiga belas tahun.

Namun, saat ini pencantuman batas minimal usia dalam berbagai sumber resmi yang diterbitkan Tik Tok masih belum konsisten. Misalnya saja di halaman panduan orang tua di situs Tik Tok mencantumkan batas usia pengguna yang berbeda yaitu empat belas tahun.

Tik Tok menyatakan platform mereka tidak diperuntukkan bagi anak-anak berusia di bawah batas usia minimal tersebut.  Jika Tik Tok menemukan akun pengguna berusia di bawah batas usia minimal, makan akun tersebut akan segera dinonaktifkan. Sementara itu, pengguna yang berusia di atas batas minimal tetapi di bawah batas usia dewasa hanya diperbolehkan mengakses platform atas izin dan pengawasan orang tua.

Jika pengguna menemukan akun yang dikelola oleh atau menampilkan informasi pribadi mengenai anak di bawah batas usia, Tik Tok menyediakan sarana laporan publik melalui email tiktokfeedback@bytedance.com.

Untuk mengakomodasi pengguna remaja, Tik Tok telah mengunggah halaman khusus bahasa Indonesia di situs mereka yang berisi panduan untuk orang tua. Halaman tersebut meliputi informasi seperti, antara lain:

  • Informasi mengenai cara kerja dan batas usia,
  • Penjelasan tentang berbagai fungsi pelaporan, keamanan, dan privasi,
  • Informasi mengenai literasi digital, hak asasi manusia, dan perlindungan anak, serta
  • Informasi kontak crisis hotline, advokasi, dan pekerja sosial.

Cara Tik Tok mengecek usia pengguna

Menurut percobaan kami pada 10 Juli 2018, Tik Tok belum secara gamblang meminta atau memverifikasi informasi usia pengguna dalam proses pendaftaran. Namun, pendaftar hanya dapat login melalui salah satu akun dari salah satu platform lain, yaitu:

  • Facebook,
  • Instagram,
  • Twitter,
  • LINE,
  • Gmail, atau
  • Kakao Talk.

Platform-platform tersebut telah menerapkan batas usia minimal tiga belas tahun sebagai syarat pembuatan akun serta meminta informasi tanggal lahir pengguna sebagai bentuk verifikasi. Seharusnya dengan cara ini pengguna di bawah umur tidak memiliki akun media sosial untuk mengakses Tik Tok. Namun, pembuatan akun yang benar tetap bergantung kepada kejujuran para pengguna dalam memberikan informasi identitas mereka.

Apa saja fasilitas keamanan lain yang sudah tersedia?

Jika pengguna merasa terganggu oleh aktivitas pengguna lain, mereka dapat memblokir pengguna tersebut. Tik Tok juga menyediakan fitur pelaporan terhadap profil, komentar, maupun video pengguna lain. Jika pengguna menemukan konten atau perilaku yang melanggar peraturan tersebut, mereka dapat:

  • Melaporkan profil dengan menekan tombol tiga titik di pojok kanan atas,
  • Melaporkan komentar dengan menekan komentar yang bersangkutan selama beberapa saat, atau
  • Melaporkan video dengan menekan tombol “Bagikan” di video yang bersangkutan.

 

Pada bulan Juni 2018, Tik Tok juga telah menambahkan sejumlah fitur baru yang bertujuan menunjang privasi serta kendali pengguna atas informasi dan feed mereka. Misalnya, kini pengguna dapat menghapus permanen profil mereka sehingga informasi atau konten yang pernah diunggah tidak dapat lagi dilihat oleh pengguna lain.

Pengguna dapat mengubah akun mereka menjadi akun privat sehingga mereka dapat menyetujui atau menolak pengguna lain yang ingin mengikuti mereka. Fitur tersebut juga memungkinkan pengguna untuk membatasi profil mereka sehingga hanya pengikut yang dapat melihat konten atau mengirimkan pesan kepada mereka.

Kami juga menyatakan komitmen untuk mematuhi aturan dari Kementerian Kominfo dan menghormati budaya di Indonesia. Nantinya ada joint program untuk membuat konten anak-anak bersama NGO dan stakeholders lain.

Kelly Chang, CEO Bytemod
Bytemod juga telah menyatakan akan terus memperkuat moderasi konten baik dari segi automasi maupun moderator manusia. Terkait moderasi manual, mereka berkomitmen untuk memperbesar tim moderasi konten mereka dari dua puluh orang menjadi dua ratus orang pada akhir tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *